Sunday, November 09, 2008
posted by chie at Sunday, November 09, 2008

Hentikan aksi2 teroris mengatasnamakan Islam, berapa banyak korban tak berdosa akibat salah pemahaman akan jihad. Kalau memang siap mati demi agama, minta pada pemerintah untuk dikirim ke Palestina, atau negara2 Islam yang sedang berperang.
Semangat jihad seperti Amrozi cs yang meluap2 sungguh sayang jika tidak dimanfaatkan, karena akibatnya justru mudarat. Kreativitas yang ditimbulkan akibat semangat jihad yang tidak tersalurkan malah menimbulkan ketakutan, kehancuran, kerugian dan banyak kematian di negaranya sendiri yang mayoritas penduduknya adalah saudara2nya sesama Muslim.
Pemerintah sebaiknya mendata siapa2 saja yang rindu mati syahid. Bekali dengan senjata dan keahlian perang, lalu kirim ke Palestina. Jangan ditahan2, akibatnya malah bisa mengerikan T_T Kirim saja semua laskar jihad ke medan yang benar-benar sedang perang.

Berikut tulisan yang diambil dari sini berkaitan dengan pemahaman akan jihad :

"Di dalam syariah dikenal adanya kafir harbi dan kafir zimmi. Kafir harbi harus dibunuh karena bila tidak dibunuh, maka dia akan membunuh kita lebih dahulu. Namun membunuh kafir harbi hanya dibenarkan syariah ketika dilakukan di medan pertempuran yang sesungguhnya, bukan di wilayah yang damai. Membunuh kafir harbi di dalam wilayah damai di luar wilayah pertempuran adalah sebuah pelanggaran syariah.

Demikian juga dengan kafir zimmi, dalam ilmu syariah diharamkan untuk dibunuh, sebagaimana haramnya membunuh sesama muslim. Membunuh kafir zimmi adalah sebuah pelanggaran syariah."
 
12 Comments:


At 8:14 AM, Blogger : bunda dhia :

Setuju ciiii.... Hentikan terorisme berkedok jihad!!!
Bikin berasa gak aman, ke mol was2, lewat kuningan was2, liat kendaraan bak tertutup was2. Gila..gila gilaaaa!!

Lagian plis deh, mereka bikin image islam jadi buram, pdhl kan ISlam agama cinta damai.
Oia, kemaren ada acara bagus di Metro TV, yang ngebahas jihad dari versi si teroris v.s ulama. Dari sana udah eliatan tuh ci mereka salah kaprah, cuman ngelihat setengah2.

 

At 8:18 AM, Blogger : bunda dhia :

oiyah, satu lagi ci.
Aku heran sama media, yang memberitakan Amrozi cs bak seorang artis (bukan teroris). Haduhh.. media bener2 bikin kacau nih, gak ada bedanya menyoroti kematian bekas presiden dengan kematian orang yang udah bunuh orang2 gak bersalah.

Trus ada berita juga yg bikin miris, baca ini deh ci http://www.detikhot.com/read/2008/11/09/112425/1033945/230/dorce-yakin-imam-samudra-masuk-surga

Ya ampyuunn.. apa org gak mikir2 tuh buat jadi teroris, mana yg ngomongnya public figure lagi *urut2 jidat*

 

At 11:45 AM, Anonymous Anonymous

sebenarnya saya masih bingung neh chi.tolong pencerahannya.

kadang kala ketika berdiskusi mengenai jihad. saya menemukan 2 frase yang saya pikir berbeda makna namun berkesan sama: jihad dan mati jihad.

pertanyaan saya:

kamu melakukan jihad, namun kamu meninggal ketika kamu berjinah, apakah bisa disebut mati jihad?

dan kebalikannya, kamu melakukan jinah, namun meninggal ketika melakukan jihad, apakah disebut mati jihad?

yang manakah yang akan membawa kita masuk surga, berjihad atau mati dalam berjihad?


lalu, jika tujuannya masuk surga, mengapa menggunakan jalur yang meragukan (saya anggap meragukan karena semua orang tidak memiliki pemahaman yang sama)? Padahal sudah jelas dalam ajaran islam bahwa jauhi yang meragukan. masih banyak cara lain menuju hasil yang sama. kenapa harus yang meragukan?

jadi inget sindiran para atheis itu. yang dicintai tuhan adalah mereka yang atheis. mengapa?

1. dalam menggapai sesuatu, atheis selalu berusaha dan melakukan riset secara ilmiah untuk mencapai citanya. yang theis malah kebanyakan berdoa (padahal udah jelas dibilang jangan berlebihan) dan kadang percaya terhadap mimpi atau wahyu (padahal ada sunah yang bilang jangan percaya terhadap kabar burung)

2. atheis tidak suka berperang karena perang hanya akan membawa derita di dua pihak, sedangkan theis malah justru berperang atas nama agama.

ah... gak penting. daripada sibuk ngurusin agama, mending ngurusin orang yg kayak gua yang gua yakin gua ga sendirian. seorang muslim yang ga paham bahasa arab. seorang muslim yang sulit dalam membaca tulisan arab. seorang muslim yang masih suka bolong-bolong dalam shalat 5 waktu. seseorang yang memiliki sifat-sifat ini sering menjadi bahan ejekan dan perbandingan negatif dalam khotbah sholat jumat.

yang seolah seseorang ini bukanlah seorang muslim.

mending mikirin gimana caranya meminimalisasi orang seperti ini dengan cara yang baik.

 

At 1:20 PM, Blogger Puputse

idenya mau dikirim kemana cie ?

saran sie, kirim aja ke dunia nyata cie, biar berperang melawan hawa nafsu dirinya sendiri.

*puput yang baru aja bangun dari dunia mimpi

 

At 10:28 PM, Blogger chie

@dhia : Bener dhi, Islam cinta damai. Islam itu memberikan aturan secara menyeluruh, tidak setengah2.
Miris juga ngebaca komentar2 di media yang seolah mendukung dan membenarkan tindakan yang merugikan banyak orang. Islam itu membawa manfaat, bukan mudarat!

@pribadi : Haduw, berat nih keknya :) Semoga yang lain bisa bantu memberikan pencerahan. Yang pernah aku denger pil, yg terpenting adalah apa yang kita lakukan pada saat azal menjemput. Dan itu kita gak tau kapan dijemputnya, makanya terus berjaga2 supaya khusnul khotimah. Berjihad, tapi azalnya dijemput pas zinah, su'ul khotimah lah dia. Sebaliknya pun begitu pil. Yang terpenting adalah di akhirnya.
Anyway, ini ada bacaan bagus juga :
http://www.percikaniman.org/detail_artikel.php?cPub=Hits&cID=231


@puput : mungkin mereka sudah merasa sudah kuat melawan hawa nafsunya, perlu lawan yang lebih tangguh put, misalnya dengan menyerang orang2 yang sedang lengah karena merasa tidak sedang perang.

 

At 6:12 PM, Anonymous Anonymous

chie, di situlah yang saya bingungkan.

kenapa si teroris itu dianggap sebagai pahlawan dan sampai si artis itu bilang mereka masuk surga.

apapun pendapat orang mengenai tindakan mereka saat pengeboman dulu, saya ga peduli, jihad atau bukan. tetapi yang saya paham, tindakan mereka sebelum meninggal bisa dibilang membuat resah negara. bisa dilihat ajakannya dalam membalas dendam ke pemerintah.

seperti yang biasa di film-film.
pahlawan yang terlalu hidup hingga akhirnya menjadi penjahat.

 

At 6:16 PM, Anonymous Anonymous

link artikel yang chi tulis... ku pikir hanya sebuah torehan harapan.

jika bukan, surat atau hadist riwayat siapa yang menceritakan artikel itu?

artikelnya bagus. tapi kalau ternyata menceritakan kebohongan... bagaimana?

 

At 1:31 PM, Blogger chie

@pribadi : iya tuh pil, sangat meresahkan. Kemaren aja ada ancaman bom di pertamina. Ada SMS ngakunya dari sepupunya amrozi, mau balas dendam X-(

Btw, aku setuju kok Upil gak langsung mempercayai riwayat. Memang harus dirunut lagi ke hadist-nya, dicek juga kebenarannya, shahih tidaknya. Terus mencari dan memahami,, biar gak setengah2 :)

 

At 10:47 AM, Anonymous Anonymous

media kadang2 emang cuma memicu kontroversi, memihak padahal harusnya netral, or malah suka ngarang. yeah, beginilah kebebasan pers yg sering kebablasan..

 

At 12:27 PM, Blogger non inge

setuju mba'... kirim aja mereka yg ingin berjihat katempat perang...

jadi segala mimpi dan cita-cita tersalurkan dengan semestinya...:)

-salam kenal-

 

At 10:00 PM, Blogger chie

@mila : bener bgt tuh mbak. Seharusnya yang namanya kebebasan itu digunakan untuk hal2 bermanfaat, dan tidak melanggar hak orang lain.

@cyber dreamer : sepakat :) salam kenal juga

 

At 9:32 PM, Anonymous Anonymous

saya cuma bisa berdoa dan berdoa
semoga bangsa kita ini aman selalu, gak pake berantem dan jadiin agama cuma topeng

 


Get awesome blog templates like this one from BlogSkins.com